Sabtu, April 4, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
PDMBUNGO
  • Home
  • Opini
  • Khutbah
  • Hukum Islam
  • Amal Usaha
  • Video
  • Arsip
  • PCM
    • All
    • Bungo Dani
    • Pasar Muara Bungo
    • Pelepat
    • Rimbo Tengah
    PDM Bungo Gelar Sholat Gerhana, Pererat Ukhuwah Melalui Ibadah dan Kebersamaan

    PDM Bungo Gelar Sholat Gerhana, Pererat Ukhuwah Melalui Ibadah dan Kebersamaan

    Wakil Bupati Bungo Hadiri Iftar Jama’i Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Bungo

    Wakil Bupati Bungo Hadiri Iftar Jama’i Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Bungo

    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Trending Tags

    No Result
    View All Result
    pdmbungo.or.id
    • Home
    • Opini
    • Khutbah
    • Hukum Islam
    • Amal Usaha
    • Video
    • Arsip
    • PCM
      • All
      • Bungo Dani
      • Pasar Muara Bungo
      • Pelepat
      • Rimbo Tengah
      PDM Bungo Gelar Sholat Gerhana, Pererat Ukhuwah Melalui Ibadah dan Kebersamaan

      PDM Bungo Gelar Sholat Gerhana, Pererat Ukhuwah Melalui Ibadah dan Kebersamaan

      Wakil Bupati Bungo Hadiri Iftar Jama’i Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Bungo

      Wakil Bupati Bungo Hadiri Iftar Jama’i Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Bungo

      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Trending Tags

      No Result
      View All Result
      pdmbungo.or.id
      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM
      Home Arsip

      Fatwa Muhammadiyah tentang Syiah

      Junaisme_ by Junaisme_
      Rabu 1 April, 2026
      in Arsip, Kabar, Opini
      Reading Time: 4 mins read
      Fatwa Muhammadiyah tentang Syiah
      3.6k
      SHARES
      11.5k
      VIEWS
      Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

      pdmbunho.or.id – Muhammadiyah mendorong dialog intensif antara Sunni dengan Syiah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen untuk saling memahami persamaan dan perbedaan.

      “Komitmen untuk membangun kesadaran historis bahwa selain konflik, Sunni dan Syiah memiliki sejarah kerjasama yang konstruktif dalam membangun peradaban Islam,” begitu bunyi Rekomendasi Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, 2015.

      Di sisi lain, menurut Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhammadiyah juga mengakui bahwa Syiah memiliki keragaman. Sehingga, Muhammadiyah membuat tolak ukur pemahaman keislaman. Jika keluar dari tolak ukur tersebut, maka seseorang telah keluar dari koridor keislaman. Tolak ukur itu ada empat. Antara lain:

      Pertama, hanya Nabi Muhammad yang memiliki predikat maksum.

      Kedua, Nabi Muhammad tidak menunjuk penggantinya sebagai khilafah. Sehingga kekhalifahan Abu Bakar hingga Ali adalah sah.

      Ketiga, tidak mengkultuskan satu atau lebih sahabat nabi. Semua sahabat nabi adalah manusia-manusia yang terhormat tanpa perlu dikulutuskan sebagiannya.

      Keempat, menerima Alquran dan al-Sunnah al-Maqbulah sebagai sumber ajaran Islam. Tidak hanya hadis dari jalur Ahlul Bait.

      Jika ada kelompok yang tidak sesuai dengan tolak ukur di atas, berarti ia tidak sesuai dengan ajaran Islam seperti yang dipahami oleh Muhammadiyah. Kendati demikian, tidak berarti kelompok yang berbeda itu harus dimusuhi atau dimusnahkan. Muhammadiyah sejak berdiri telah terbiasa dengan berbagai perbedaan.

      Menurut Muhammadiyah, Syiah kini telah menjadi beberapa sekte. Ada Syiah Kaisaniyyah, Syiah Imamiyyah (Rafidhah), Syiah Ghulat, Syiah Ismailiyyah, Syiah Zaidiyyah, dan lain-lain. Syiah merujuk pada keyakinan, cara pandang, dan pola pikir yang mempengaruhi penerimaan atau penolakan seseorang terhadap suatu informasi, menentukan pemahaman, dan mewarnai penafsiran orang terhadap sebuah peristiwa.

      Syiah awalnya merujuk pada kelompok sahabat yang berpihak, mendukung, serta setia berjuang bersama Ali bin Abi Thalib selama pertikaian berlangsung pasca wafatnya Utsman bin ‘Affan dan seterusnya.

      Adapun secara bahasa, Syiah setidaknya memiliki empat makna. Antara lain kelompok yang terpecah-pecah, keluarga dan keturunan, pemeluk agama atau umat (ahl al-millah), dan aneka ragam tendensi yang keliru (al-ahwa’ al-mukhtalifah).

      Syiah juga memiliki makna sebagai pengikut. Hal itu bisa dilihat dari hadis berikut.

      خَرَجْتُ أَنَا وَتَلِيدُ بْنُ كِلَابٍ اللَّيْثِيُّ حَتَّى أَتَيْنَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَهُوَ يَطُوفُ بِالْبَيْتِ مُعَلِّقًا نَعْلَيْهِ بِيَدِهِ فَقُلْنَا لَهُ هَلْ حَضَرْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يُكَلِّمُهُ التَّمِيمِيُّ يَوْمَ حُنَيْنٍ قَالَ نَعَمْ أَقْبَلَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ يُقَالُ لَهُ ذُو الْخُوَيْصِرَةِ فَوَقَفَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُعْطِي النَّاسَ قَالَ يَا مُحَمَّدُ قَدْ رَأَيْتَ مَا صَنَعْتَ فِي هَذَا الْيَوْمِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجَلْ فَكَيْفَ رَأَيْتَ قَالَ لَمْ أَرَكَ عَدَلْتَ قَالَ فَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ وَيْحَكَ إِنْ لَمْ يَكُنْ الْعَدْلُ عِنْدِي فَعِنْدَ مَنْ يَكُونُ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَقْتُلُهُ قَالَ لَا دَعُوهُ فَإِنَّهُ سَيَكُونُ لَهُ شِيعَةٌ يَتَعَمَّقُونَ فِي الدِّينِ حَتَّى يَخْرُجُوا مِنْهُ كَمَا يَخْرُجُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ يُنْظَرُ فِي النَّصْلِ فَلَا يُوجَدُ شَيْءٌ ثُمَّ فِي الْقِدْحِ فَلَا يُوجَدُ شَيْءٌ ثُمَّ فِي الْفُوقِ فَلَا يُوجَدُ شَيْءٌ سَبَقَ الْفَرْثَ وَالدَّمَ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ أَبُو عُبَيْدَةَ هَذَا اسْمُهُ مُحَمَّدٌ ثِقَةٌ وَأَخُوهُ سَلَمَةُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمَّارٍ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ إِلَّا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ وَلَا نَعْلَمُ خَبَرَهُ وَمِقْسَمٌ لَيْسَ بِهِ بَأْسٌ وَلِهَذَا الْحَدِيثِ طُرُقٌ فِي هَذَا الْمَعْنَى وَطُرُقٌ أُخَرُ فِي هَذَا الْمَعْنَى صِحَاحٌ وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ.

      Dari Miqsam Abu al-Qasim, budak Abdullah bin al-Harits bin Naufal, dia berkata: Aku keluar bersama Talid bin Kilab al-Laitsi hingga kami mendatangi ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash yang ketika itu sedang tawaf di Baitullah dengan menenteng kedua sandal di tangannya, lalu kami berkata kepadanya: Apakah kamu hadir saat Rasulullah saw diajak bicara oleh al-Tamimi pada perang Hunain? Ia lantas menjawab: Ya, ketika itu ada seorang lelaki dari bani Tamim yang biasa dipanggil Dzu al-Khuwaishirah datang dan berdiri di depan Rasulullah saw yang saat itu sedang memberikan sesuatu kepada orang-orang, kemudian dia (Dzu al-Khuwaishirah) berkata: Wahai Muhammad, apa kamu melihat apa yang telah kamu perbuat pada hari ini?
      Rasulullah saw menjawab: Ya, lalu apa yang kamu lihat? Ia menjawab: Aku tidak melihatmu berlaku adil. Dia (‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash) lalu berkata: Rasulullah saw pun marah mendengar pernyataannya itu seraya berkata: Celakalah kamu, jika keadilan tidak ada pada diriku, lalu ada pada siapa? Kemudian ‘Umar bin al-Khatab berkata: Wahai Rasulullah, tidakkah lebih baik kita membunuhnya saja? Beliau menjawab: Tidak, biarkanlah ia, sebab sungguh ia akan mempunyai sebuah kelompok yang terlalu mendalam dalam urusan agama hingga mereka keluar daripadanya sebagaimana anak panah keluar dari busurnya, ia dicari-cari di bagian depannya tidak ada, di bagian tengahnya juga tidak ada, dan di bagian belakangnya juga tidak ada, dan ternyata ia telah meluncur menembus ulu hati dan mengucurkan darah segar [H.R. Ahmad].

      Menurut Ibnu Manzhur dalam Lisan al-‘Arab, salah satu makna Syiah secara bahasa adalah pengikut dan pembela seseorang. Sejalan dengan Ibnu al-Manzhur, Raghib al-Ashfahani mendefinisikan Syiah sebagai pendukung yang aktifitasnya memperkuat dan menyebarkan pengaruh seseorang (man yataqawwa bihim al-insan wa yantasyiruna ‘anhu).

      Makna di atas adalah makna Syiah secara bahasa. Dalam perkembangannya kata Syiah ini kemudian merujuk pada kelompok tertentu, yaitu mereka para Sahabat Nabi yang berpihak kepada, mendukung, dan setia berjuang bersama Ali bin Abi Thalib tatkala dan selama pertikaian berlangsung pasca wafatnya Khalifah Utsman bin ‘Affan. Setelah itu, dalam perjalanannya lagi, kata Syiah mengalami pergeseran makna, yaitu menjadi makna yang menunjuk pada keyakinan (akidah), cara pandang menyeluruh (worldview), pola pikir (mindset) dan kerangka berpikir (intellectual framework) yang memengaruhi penerimaan atau penolakan seseorang terhadap suatu informasi, menentukan pemahaman, dan mewarnai penafsiran orang terhadap fakta dan peristiwa. Pada titik ini, Syiah tidak hanya satu macam saja, akan tetapi telah bermetamorfosis menjadi berbagai macam sekte. Oleh karenanya, dalam sejarah Islam hingga hari ini kita mengenal banyak sekte Syiah, seperti Syiah Kaisaniyyah, Syiah Imamiyyah (Rafidhah), Syiah Ghulat, Syiah Ismailiyyah, Syiah Zaidiyyah, dan lain sebagainya.

      Dari penjelasan di atas, tampak bahwa Syiah memiliki ragam yang berbeda-beda dan tidak hanya satu jenis. Berkaitan dengan Syiah ini, dalam pandangan Muhamamdiyah, ada beberapa kriteria yang menjadi tolok ukur suatu paham telah keluar dari koridor Islam atau belum. Tolok ukur tersebut adalah:

      Pertama, Muhammadiyah meyakini bahwa hanya Nabi Muhammad yang memiliki predikat maksum;

      Kedua, Muhammadiyah meyakini bahwa Nabi Muhammad tidak menunjuk siapa pun pengganti beliau sebagai Khalifah. Kekhalifahan setelah beliau diserahkan kepada musyawarah umat, sehingga kekhalifahan Abu Bakar, ‘Umar bin Khaththab, ‘Utsman bin ‘Affan, dan ‘Ali bin Abi Thalib adalah sah;

      Ketiga, Muhammadiyah menghormati Sahabat Ali bin Abi Thalib sebagaimana Sahabat-sahabat Nabi yang lain, tetapi Muhammadiyah tidak mengkultuskan salah satu atau lebih dari Sahabat;

      Keempat, Muhammadiyah menerima al-Sunnah al-Maqbulah sebagai salah satu sumber ajaran Islam, selain al-Qur’an, dan tidak terbatas pada hadis-hadis yang melalui jalur Ahlul Bait.

      Dengan demikian dapat dipahami bahwa apabila ada orang atau kelompok yang tidak sesuai dengan tolok ukur di atas, maka orang atau kelompok itu telah berbeda dan tidak sesuai dengan ajaran Islam yang dipahami oleh Muhammadiyah.

      Namun demikian perlu diketahui juga bahwa Muhammadiyah dalam Muktamar ke-47 di Makassar tahun 2015 lalu telah mengeluarkan beberapa rekomendasi penting terkait beberapa isu penting. Di antaranya Muhammadiyah mendorong adanya dialog intensif antara Sunni-Syiah untuk meningkatkan komitmen “saling memahami persamaan dan perbedaan, komitmen untuk memperkuat persamaan dan menghormati perbedaan, serta membangun kesadaran historis bahwa selain konflik, kaum Sunni dan Syiah memiliki sejarah kohabitasi dan kerjasama yang konstruktif dalam membangun peradaban Islam.” Rekomendasi ini menegaskan bahwa meskipun ada perbedaan mendasar dan prinsipil antara Suni dan Syiah bukan berarti pintu dialog telah tertutup. Dalam hal ini Muhammadiyah justru mendorong adanya dialog intensif antara keduanya.

       

      Sumber: Majalah SM No 14 Tahun 2021

      Share1427Tweet892Send
      Previous Post

      Haedar Nashir Angkat Bicara: Perbedaan Penetapan Idul Fitri dan Sikap Muhammadiyah

      Next Post

      FOKAL IMM Bungo Terbentuk, Perkuat Peran Alumni

      Junaisme_

      Junaisme_

      Next Post
      FOKAL IMM Bungo Terbentuk, Perkuat Peran Alumni

      FOKAL IMM Bungo Terbentuk, Perkuat Peran Alumni

      Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Facebook

      Infobungo.id

      Recommended

      Masjid Al-Furqaan Muhammadiyah Bungo Berikan Santunan Anak Yatim Piatu, AMM Bungo Gelar Kegiatan Sosial Ramadhan

      Masjid Al-Furqaan Muhammadiyah Bungo Berikan Santunan Anak Yatim Piatu, AMM Bungo Gelar Kegiatan Sosial Ramadhan

      Kamis 12 Maret, 2026
      11.5k
      KHUTBAH JUM’AT : Merawat Bumi, Merawat Islam

      KHUTBAH JUM’AT : Merawat Bumi, Merawat Islam

      Senin 7 Juli, 2025
      11.5k

      Trending

      AMM Bungo Gelar Aksi Berbagi Ratusan Nasi Kotak, PWM Jambi dan Rektor UMMUBA Turut Hadir

      AMM Bungo Gelar Aksi Berbagi Ratusan Nasi Kotak, PWM Jambi dan Rektor UMMUBA Turut Hadir

      Sabtu 7 Maret, 2026
      11.6k
      PDNA Bungo Bagikan Ratusan Takjil dan Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Furqaan

      PDNA Bungo Bagikan Ratusan Takjil dan Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Al-Furqaan

      Kamis 12 Maret, 2026
      11.6k
      FOKAL IMM Bungo Terbentuk, Perkuat Peran Alumni

      FOKAL IMM Bungo Terbentuk, Perkuat Peran Alumni

      Jumat 3 April, 2026
      11.5k
      Dakwah dan Tajdid Menurut Muhammadiyah

      Dakwah dan Tajdid Menurut Muhammadiyah

      Sabtu 5 Juli, 2025
      11.5k
      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Selasa 17 Februari, 2026
      11.6k
      pdmbungo.or.id

      Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Bergerak di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sosial, Muhammadiyah berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan semangat pembaruan Islam .

      Follow Us

      • About
      • Advertise
      • Privacy & Policy
      • Contact

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo

      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo