Jumat, Februari 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
PDMBUNGO
  • Home
  • Opini
  • Khutbah
  • Hukum Islam
  • Amal Usaha
  • Video
  • Arsip
  • PCM
    • All
    • Bungo Dani
    • Pasar Muara Bungo
    • Pelepat
    • Rimbo Tengah
    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Trending Tags

    No Result
    View All Result
    pdmbungo.or.id
    • Home
    • Opini
    • Khutbah
    • Hukum Islam
    • Amal Usaha
    • Video
    • Arsip
    • PCM
      • All
      • Bungo Dani
      • Pasar Muara Bungo
      • Pelepat
      • Rimbo Tengah
      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Trending Tags

      No Result
      View All Result
      pdmbungo.or.id
      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM
      Home Opini

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Kemal Hidayatullah by Kemal Hidayatullah
      Sabtu 5 Juli, 2025
      in Opini
      Reading Time: 3 mins read
      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #1
      3.6k
      SHARES
      11.5k
      VIEWS
      Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

      Fauzan Anwar Sandiah

      Pada dekade 1980-an, di antaranya melalui ceramah-ceramah KH. AR Fachruddin, masyarakat mengenal bahwa tujuan dakwah Muhammadiyah adalah pengajaran Islam yang murni tanpa bercampur dengan bid’ah, tahayul, dan khurafat. Maka, Muhammadiyah kemudian dikenal semakin luas sebagai gerakan dakwah yang mengajak masyarakat untuk kembali ke ajaran inti Islam dan menjaga kemurnian agama Islam.

      Bagaimana penjelasan “Islam yang murni” dan “menjaga kemurnian Islam”? Dua frasa semacam ini dengan segala variasinya dalam perjalanan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, telah menjadi ciri yang tak bisa disangkal sangat melekat bahkan hingga hari ini. Maka, menjadi sangat penting untuk mengenal konteks pewacanaan frasa-frasa ini.

      Apa yang dimaksud Islam Murni?

      Untuk menjelaskan apa yang dimaksud “Islam yang murni” atau “menjaga kemurnian Islam” maka perlu ditelusuri terlebih dahulu apa saja yang menyebab Islam menjadi “tidak murni”. KH. AR. Fachruddin dalam bukunya yang berjudul Muhammadiyah Menuju Masa Mendatang (1985) memuat beberapa kutipan yang dapat membantu kita memahami aspek kontestasi tekstual dari frasa ini, sebagai berikut:

      • “[..] (Muhammadiyah) jelas bertujuan hendak menyebarluaskan ajaran-ajaran Islam yang murni menurut Al-Qur’an dan hadits serta bermaksud membersihkan dari segala yang berupa bid’ah dan khurofat.”
      • “Sifat Islam itu sendiri harus bergerak. Kalau ada ummat islam tiada bergerak, maka itu tanda-tanda kekurangan. Mungkin karena belum meresapnya Islam pada jiwa mereka. Mungkin pula ada hal-hal lain yang mencampuri Islamnya, sehingga Islamnya menjadi beku. Tetapi apabila Islam yang benar-benar, pasti bergerak. Bergerak yang manfaat dan tiada mencelakakan masyarakat bahkan membahagiakan.”
      • “[..] yang dimaksud tajdid, ialah mengembalikan Islam kepada sumber hukum yang sebenar-benarnya ialah ajaran-ajaran Allah, wahyu-wahyu Allah yang tersebut di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab Allah, wahyu dari Allah. Bukan karangan manusia. Bukan karangan Muhammad. Tetapi benar-benar wahyu dari Allah. Karena itu diyakini kebenarannya.”
      • “[..] Islam yang sebenar-benarnya menurut sumber yang asli murninya, jauh dari laku-laku bid’ah, baik bid’ah hasanah ataupun bid’ah sayyiah, takhayul dan khurofat serta tanpa dicampur adukkan dengan fikiran-fikiran manusia, terutama dibersihkan dari nafsu-nafsu keinginan interest manusia masing-masing dan diterangkan dengan sebaik-baiknya, dengan kebijaksanaan yang sesempurna mungkin, dan kemudian yang menerimanya itupun dengan membersihkan dirinya dari interest-interest yang ada [..]”
      • “Memahami agama Islam [..] memahami Al-Qur’an, mau memahami Al-Hadits yang sahih, memahami sunnah-sunnah Rasulullah, memahami sedalam-dalamnya dengan mempergunakan akal pikiran yang sehat, sesuai dengan jiwa agama Islam itu sendiri.”
      • “Agama Islam itu [..] dipedomani dan untuk dida’wahkan dengan cara-cara yang melihat situasi dan kondisi.”
      • “[..] Para warga, terutama para pemimpinnya wajib benar-benar beragama. Beragama, bukan hanya ahli agama, tetapi benar-benar melakukan agama. beragamapun, beragama Islam yang benar, bukan yang campur bid’ah, yang gugon tuhon, yang campur dengan adat-adat animisme dan lain-lain. […]”

      Sebagian kutipan-kutipan yang disarikan dari KH. AR Fakhruddin di atas dapat membantu kita merekonstruksi filsafat dakwah Muhammadiyah, sebagai berikut:

      • “Islam yang murni” itu adalah ajaran Islam bersumber dari Al-Qur’an, hadits, dan sunnah-sunnah;
      • Islam harus sesuai dengan “sumber yang asli dan murni”, tidak bercampur atau dapat dibedakan dari interpretasi manusia yang temporal atau dapat dipisahkan dari kebiasaan, ide-budaya, (disebut “pikiran-pikiran manusia”), dan kepentingan-kepentingan manusia atau kelompok/golongan tertentu.
      • Dalam menyampaikan Islam, maka harus bebas dari kepentingan pribadi. Maka, harus berlandas pada akal pikiran yang sehat sesuai dengan tuntunan “jiwa Islam” (sekarang disebut “spirit Islam”, misalnya kesamaan derajat manusia atau egaliterian)
      • “Islam yang murni” dan “sebenar-benarnya” adalah Islam yang bergerak yang menebarkan manfaat dan tidak malah mencelakakan;
      • Meski ada “Islam yang murni”, dalam penyampaian atau strategi dakwah harus memperhatikan situasi dan kondisi;
      • “Islam yang murni” adalah ajaran yang tidak bercampur dengan pandangan yang menduakan Tuhan, karena ini terkait dengan prinsip monisme di sangat mendasar dalam dalam Islam.
      Tags: islam yang sebenar-benarnyamuhammadiyah
      Share1430Tweet894Send
      Previous Post

      Dakwah dan Tajdid Menurut Muhammadiyah

      Next Post

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Kemal Hidayatullah

      Kemal Hidayatullah

      Next Post
      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Bercita-cita Meninggal di Tanah Suci, Bolehkah?

      Bercita-cita Meninggal di Tanah Suci, Bolehkah?

      Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Facebook

      Infobungo.id

      Recommended

      Muhammadiyah Institute of Philippines Perkuat Kolaborasi

      Muhammadiyah Institute of Philippines Perkuat Kolaborasi

      Rabu 9 Juli, 2025
      11.5k
      Dakwah dan Tajdid Menurut Muhammadiyah

      Dakwah dan Tajdid Menurut Muhammadiyah

      Sabtu 5 Juli, 2025
      11.5k

      Trending

      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Selasa 17 Februari, 2026
      11.6k
      Apakah Salat Batal Jika Pakaian Terkena Najis? Simak Penjelasan Ulama Muhammadiyah

      Apakah Salat Batal Jika Pakaian Terkena Najis? Simak Penjelasan Ulama Muhammadiyah

      Jumat 1 Agustus, 2025
      388
      Menjaga Roh Gerakan Persyarikatan dengan Gemar Mengaji

      Menjaga Roh Gerakan Persyarikatan dengan Gemar Mengaji

      Selasa 8 Juli, 2025
      11.5k
      Bersatu untuk Iklim: Walk for Peace Libatkan Kaum Muda Lintas Iman dan Difabel

      Bersatu untuk Iklim: Walk for Peace Libatkan Kaum Muda Lintas Iman dan Difabel

      Rabu 9 Juli, 2025
      11.5k
      Muhammadiyah Kembangkan Ilmu Hukum Berbasis Nilai-Nilai Profetik

      Muhammadiyah Kembangkan Ilmu Hukum Berbasis Nilai-Nilai Profetik

      Rabu 9 Juli, 2025
      11.5k
      pdmbungo.or.id

      Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Bergerak di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sosial, Muhammadiyah berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan semangat pembaruan Islam .

      Follow Us

      • About
      • Advertise
      • Privacy & Policy
      • Contact

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo

      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo