إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
وَقَالَ الله تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Pertama-tama, marilah kita senantiasa bersyukur atas limpahan nikmat dan karunia Allah Subḥānahu wa Taʿālā. Hanya dengan rahmat dan hidayah-Nya, kita masih diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah Jumat secara berjamaah.
Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Allah Taʿālā berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 102:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
Jama’ah Jumat yang Dimuliakan Allah,
Gerakan Muhammadiyah adalah bagian integral dari sejarah kebangkitan Islam di Nusantara. Sejak berdiri pada 18 November 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah terus konsisten membawa misi tajdid (pembaharuan) dalam memahami dan mengamalkan Islam yang murni, bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah al-maqbulah.
Muhammadiyah bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga gerakan pencerahan dan perubahan sosial. Ia menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membangun kesadaran kebangsaan. Maka dari itu, Muhammadiyah tidak pernah abai terhadap persoalan umat dan bangsa. Komitmen terhadap Islam dan Indonesia berjalan seiring, tidak saling meniadakan.
🕌 Khutbah Kedua
Jama’ah Jumat Rahimakumullah,
Kita sebagai warga Muhammadiyah, baik secara individu maupun institusi, dituntut untuk terus meneguhkan jati diri keislaman kita, sekaligus memainkan peran aktif dalam memajukan kehidupan bangsa.
Muhammadiyah hadir bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memberi solusi dan menghadirkan teladan. Dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga penanggulangan bencana, Muhammadiyah terus menjadi pionir perubahan. Inilah wujud nyata dari Islam berkemajuan.
Kita dituntut untuk:
-
Menjadi Muslim yang unggul dalam akhlak, amal, dan ilmu.
-
Menjadi warga negara yang taat hukum, peduli sosial, dan cinta tanah air.
-
Menjadi kader persyarikatan yang istiqamah dalam dakwah dan tajdid.
Allah Taʿālā berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 143:
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”
Penutup
Ma’asyiral Muslimin,
Marilah kita jadikan khutbah ini sebagai bahan renungan dan penggerak untuk lebih aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, masyarakat, dan kebangsaan.
Semoga Allah selalu membimbing langkah-langkah kita dalam perjuangan amar ma’ruf nahi munkar.
Doa Khutbah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ، وَرُدَّهُمْ إِلَى دِينِكَ رَدًّا جَمِيلًا.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بِلَادَنَا هَذِهِ بِلَادًا آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً، سَخَاءً رَخَاءً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.














