Selasa, Februari 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
PDMBUNGO
  • Home
  • Opini
  • Khutbah
  • Hukum Islam
  • Amal Usaha
  • Video
  • Arsip
  • PCM
    • All
    • Bungo Dani
    • Pasar Muara Bungo
    • Pelepat
    • Rimbo Tengah
    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Trending Tags

    No Result
    View All Result
    pdmbungo.or.id
    • Home
    • Opini
    • Khutbah
    • Hukum Islam
    • Amal Usaha
    • Video
    • Arsip
    • PCM
      • All
      • Bungo Dani
      • Pasar Muara Bungo
      • Pelepat
      • Rimbo Tengah
      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Trending Tags

      No Result
      View All Result
      pdmbungo.or.id
      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM
      Home Opini

      Menjaga Cahaya Tajdid di Usia 113 Tahun Muhammadiyah

      Kemal Hidayatullah by Kemal Hidayatullah
      Rabu 5 November, 2025
      in Opini
      Reading Time: 3 mins read
      Menjaga Cahaya Tajdid di Usia 113 Tahun Muhammadiyah
      500
      SHARES
      667.6k
      VIEWS
      Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

      Refleksi Milad dan Tantangan di Tengah Pragmatisme Zaman

      Oleh: Agus Setiyono

      November selalu menjadi bulan istimewa bagi keluarga besar Muhammadiyah. Di bulan inilah, seratus tiga belas tahun silam, Kiai Ahmad Dahlan memulai ikhtiar besar yang kelak dikenal sebagai Gerakan Islam Berkemajuan. Sebuah gerakan yang tidak hanya mengubah wajah umat Islam Indonesia, tetapi juga menorehkan bab penting dalam sejarah kebangsaan.

      Kini, Muhammadiyah memasuki usia 113 tahun — usia yang bisa dikatakan “sepuh” dalam hitungan organisasi. Namun, di tengah segala perubahan sosial, politik, dan budaya yang terus berputar cepat, pertanyaannya menjadi relevan:
      Apakah Muhammadiyah masih menyalakan obor pencerahan sebagaimana dahulu ia dinyalakan?

      Makna Milad: Antara Refleksi dan Reposisi

      Milad sejatinya bukan sekadar perayaan seremonial. Ia adalah momentum reflektif — sejenak menoleh ke belakang untuk menata langkah ke depan.
      Dalam milad ke-113 tahun ini, Muhammadiyah mengangkat tema besar:

      “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.”

      Tema ini mencerminkan visi kemanusiaan universal yang menjadi ruh dakwah Muhammadiyah: menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Islam yang bekerja nyata untuk kesejahteraan sosial, pendidikan, dan kesehatan umat.

      Namun, di tengah realitas bangsa yang semakin pragmatis, tantangan sesungguhnya justru muncul dari dalam: bagaimana menjaga agar gerakan Islam ini tetap berorientasi nilai, bukan sekadar hasil; tetap berlandaskan dakwah dan tajdid, bukan sekadar proyek dan angka.

      Menghindari Pragmatisme Buta

      Muhammadiyah lahir dari keikhlasan spiritual dan keberanian intelektual. Kiai Dahlan menolak taklid dan menantang kebekuan berpikir pada zamannya.
      Namun, seratus tahun kemudian, tantangan yang sama datang dalam bentuk baru: pragmatisme buta.

      Pragmatisme yang dimaksud bukanlah kepraktisan dalam beramal, melainkan cara berpikir yang menukar idealisme dengan kepentingan sesaat. Di sinilah pentingnya menjaga jarak nilai — agar gerakan ini tidak larut dalam arus kepentingan duniawi yang dapat menumpulkan nurani sosial dan tajdid keagamaan.

      Sebab sejatinya, “kemajuan” yang menjadi jargon Muhammadiyah tidak pernah berhenti pada pembangunan fisik semata. Kemajuan adalah soal peradaban: tentang bagaimana iman, ilmu, dan amal bekerja bersama melahirkan masyarakat yang adil, berilmu, dan berakhlak.

      Kesejahteraan yang Mencerahkan

      Ketika Muhammadiyah berbicara tentang kesejahteraan bangsa, itu berarti kesejahteraan yang mencerahkan, bukan sekadar menyejahterakan.
      Ia menolak pola pikir pembangunan yang materialistik dan mengabaikan dimensi ruhani.
      Kesejahteraan bagi Muhammadiyah adalah perpaduan antara spiritualitas dan sosialitas — antara iman yang kokoh dan keadilan sosial yang nyata.

      Dalam konteks inilah, amal usaha Muhammadiyah menjadi bukti nyata. Sekolah, universitas, rumah sakit, dan lembaga sosialnya bukan sekadar lembaga administratif, tetapi manifestasi nilai Islam dalam tindakan.
      Namun, agar amal itu tetap bernilai dakwah, ruh ikhlas dan kesadaran tajdid harus terus dijaga.

      Menjaga Api Pencerahan

      Seratus tiga belas tahun adalah perjalanan panjang. Banyak organisasi lahir dan tenggelam, tetapi Muhammadiyah tetap tegak karena memegang prinsip: beramal karena Allah, berpikir karena ilmu, dan berjuang karena umat.
      Namun, tantangan zaman kini menuntut lebih: menjaga agar gerakan ini tidak hanya bertahan, tetapi terus menjadi sumber inspirasi moral dan intelektual bagi bangsa.

      Selama masih ada satu jiwa Muhammadiyah yang berpikir jernih di tengah kabut kepentingan,selama masih ada satu tangan yang ikhlas bekerja tanpa pamrih, maka Muhammadiyah akan tetap muda, muda dalam semangat, tajam dalam berpikir, dan kokoh dalam prinsip.

      Dan mungkin, justru di usia 113 tahun inilah, Muhammadiyah sedang membuktikan bahwa yang tua bisa tetap berkemajuan, selama ia tidak kehilangan arah dan sumber cahayanya.

      🕊 “Islam berkemajuan bukan sekadar slogan, tetapi jalan panjang menuju kesejahteraan yang berkeadaban.”

      Wallahu a’lam bish shawab,

      Share82779Tweet51737Send
      Previous Post

      Hukum Fanatik terhadap Mazhab

      Next Post

      LPAIK UMMUBA Selenggarakan Baitul Arqam Mahasiswa Selama Dua Hari Satu Malam di Kampus I UMMUBA

      Kemal Hidayatullah

      Kemal Hidayatullah

      Next Post
      LPAIK UMMUBA Selenggarakan Baitul Arqam Mahasiswa Selama Dua Hari Satu Malam di Kampus I UMMUBA

      LPAIK UMMUBA Selenggarakan Baitul Arqam Mahasiswa Selama Dua Hari Satu Malam di Kampus I UMMUBA

      Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, PDM Bungo Gelar Sunat Massal dan Bagikan 100 Paket Sembako

      Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, PDM Bungo Gelar Sunat Massal dan Bagikan 100 Paket Sembako

      PDM Bungo Gelar Penggalangan Donasi Masal untuk Saudara Terdampak Musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

      PDM Bungo Gelar Penggalangan Donasi Masal untuk Saudara Terdampak Musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

      Kapan Salat Jamak, Qashar, dan Jamak Qashar Bisa Dilakukan?

      Kapan Salat Jamak, Qashar, dan Jamak Qashar Bisa Dilakukan?

      Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Facebook

      Infobungo.id

      Recommended

      Tutup Pelatihan Pelatih Futsal Nasional, Irwan Akib: Komunitas Olahraga Bagian dari Dakwah Muhammadiyah

      Tutup Pelatihan Pelatih Futsal Nasional, Irwan Akib: Komunitas Olahraga Bagian dari Dakwah Muhammadiyah

      Senin 7 Juli, 2025
      11.5k
      Menjaga Cahaya Tajdid di Usia 113 Tahun Muhammadiyah

      Menjaga Cahaya Tajdid di Usia 113 Tahun Muhammadiyah

      Rabu 5 November, 2025
      667.6k

      Trending

      Apakah Salat Batal Jika Pakaian Terkena Najis? Simak Penjelasan Ulama Muhammadiyah

      Apakah Salat Batal Jika Pakaian Terkena Najis? Simak Penjelasan Ulama Muhammadiyah

      Jumat 1 Agustus, 2025
      386
      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Selasa 17 Februari, 2026
      11.5k
      Menjaga Roh Gerakan Persyarikatan dengan Gemar Mengaji

      Menjaga Roh Gerakan Persyarikatan dengan Gemar Mengaji

      Selasa 8 Juli, 2025
      11.5k
      Perkembangan Pemikiran Hukum di Muhammadiyah

      Perkembangan Pemikiran Hukum di Muhammadiyah

      Sabtu 5 Juli, 2025
      11.5k
      Salat Tetap Sah Meski Pakaian Terkena Najis dan Kotor dalam Situasi Darurat Bencana

      Salat Tetap Sah Meski Pakaian Terkena Najis dan Kotor dalam Situasi Darurat Bencana

      Selasa 2 Desember, 2025
      11.5k
      pdmbungo.or.id

      Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Bergerak di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sosial, Muhammadiyah berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan semangat pembaruan Islam .

      Follow Us

      • About
      • Advertise
      • Privacy & Policy
      • Contact

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo

      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo