Minggu, Februari 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
PDMBUNGO
  • Home
  • Opini
  • Khutbah
  • Hukum Islam
  • Amal Usaha
  • Video
  • Arsip
  • PCM
    • All
    • Bungo Dani
    • Pasar Muara Bungo
    • Pelepat
    • Rimbo Tengah
    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Trending Tags

    No Result
    View All Result
    pdmbungo.or.id
    • Home
    • Opini
    • Khutbah
    • Hukum Islam
    • Amal Usaha
    • Video
    • Arsip
    • PCM
      • All
      • Bungo Dani
      • Pasar Muara Bungo
      • Pelepat
      • Rimbo Tengah
      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Trending Tags

      No Result
      View All Result
      pdmbungo.or.id
      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM
      Home Opini

      Dakwah dan Tajdid Menurut Muhammadiyah

      Kemal Hidayatullah by Kemal Hidayatullah
      Sabtu 5 Juli, 2025
      in Opini
      Reading Time: 3 mins read
      Dakwah dan Tajdid Menurut Muhammadiyah

      Religious muslim man speech in mosque

      3.6k
      SHARES
      11.5k
      VIEWS
      Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

      Fauzan Anwar Sandiah

      Muhammadiyah merupakan gerakan dakwah dan tajdid. Pertanyaannya adalah apa itu dakwah? Apa itu tajdid? Apa perbedaan antara dakwah bagi Muhammadiyah jika dibandingkan gerakan Islam lain yang juga aktif melakukan “dakwah” di masyarakat?

      Kemudian, mengapa idiom dakwah selalu digandeng dengan idiom tajdid? Mengapa dakwah dan tajdid itu harus satu paket di Muhammadiyah? Penjelasan atas dua pertanyaan utama ini akan menjawab identitas mendasar Muhammadiyah yang selama ini dikenal sebagai gerakan Islam.

      Jawaban-jawaban ini juga akan menjelaskan mengapa masih muncul kekeliruan dalam memahami bentuk dan porsi dakwah bagi Muhammadiyah. Sebab, ada juga pendapat yang melanggengkan dikotomi dan dualitas antara dakwah dan gerakan.

      Dakwah bagi Muhammadiyah

      Istilah dakwah, berdasarkan surat an-Nahl ayat 125, merupakan kata kerja sekaligus konsep yang merujuk pada tindakan menyampaikan kebenaran atau jalan “menuju Tuhan”. Ada dua subjek yang terlibat dalam proses dakwah, yakni ada da’I (subjek pegiat dakwah) dan mad’u (subjek sasaran dakwah).

      Maka, secara umum, dakwah merupakan praktik menuntun, menyerukan, atau seseorang untuk menuju “jalan Tuhan (Allah Swt.)” yang ditempuh dengan berbagai cara, bil hikmah (kebijaksanaan atau ilmu), al-mawizhatul-hasanah (keteladanan), dan al-mujadalah (tindakan diskursif).

      Akan tetapi, makna dakwah secara etimologis dan terminologis semacam ini belum memadai jika digunakan untuk memahami kiprah Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam.

      Dalam konteks Muhammadiyah, dakwah harus melampaui makna normatif dan perwujudannya yang diterjemahkan sebagai kegiatan tabligh dan penyiaran (dakwah bil-lisan al-maqal) melalui ceramah, pengajian, atau kegiatan keagamaan yang bersifat klasikal. Bagi Muhammadiyah, dakwah ditekankan pada aspek bil-hal, yakni sebagai sekumpulan rumusan tentang gagasan-gagasan kerahmatan atau al-ma’ruf dan bagaimana cara mengimplementasikannya secara sistemik, berdampak, dan menjangkau pengubahan multidimensional (Bdk. Nashir, 2016:266).

      Pengertian dakwah bagi Muhammadiyah dengan demikian adalah aktivitas pengamalan risalah Islam yang berkemajuan. Termasuk di dalamnya adalah mewujudkan misi rahmatan lil ‘alamin itu dengan beragam kontribusi di bidang pendidikan, pelayanan sosial, kesehatan, ekonomi, dan lain sebagainya. Dakwah tidak berhenti di strategi lisan, tapi harus dituntaskan melalui tindakan-tindakan yang taktis, terukur, dan berdampak sesuai level sasaran.

      Dakwah adalah inovasi tanpa henti yang berlangsung terus menerus untuk menjawab, merespons, dan menjaga relevansi Islam di tengah perubahan dunia sehingga terpelihara watak transformatif agama ini. Dakwah merupakan tugas moral setiap muslim dalam mencegah terjadi kemungkaran dan mendukung terciptanya kebaikan yang berkelanjutan di muka bumi.

      Titik Temu Dakwah dan Tajdid

      Dakwah bagi Muhammadiyah sangat erat terkait dengan pembaruan atau tajdid. Berdakwah harus berdampak atau membawa dampak pada pembaruan kondisi kehidupan masyarakat. Maka, tajdid adalah ruh atau spirit, atau bagian dari paradigma berdakwah.

      Dalam rumusan Nashir (2016), jika dakwah merupakan aktivitas pengamalan risalah Islam, maka tajdid adalah “sistem tata kelola”. Tajdid sendiri di Muhammadiyah telah mengalami pemaknaan ulang yang lebih mendalam.

      Tajdid diperluas maknanya dari yang awalnya pemurnian (purifikasi), menjadi upaya melakukan pembaruan dalam paham dan praktik keagamaan. Sehingga tajdid tidak berhenti atau puas sebatas purifikasi, tapi juga mencakup pengembangan aspek-aspek kehidupan manusia di berbagai sisi. Misalnya cara pandang dalam memahami perintah berderma yang tidak berhenti dalam wujud karitas (misalnya bantuan sembako), tapi pemberdayaan masyarakat yang pada akhirnya akan memperkuat kapasitas keberdayaan mereka.

      Titik temu antara dakwah dan tajdid dengan demikian adalah jati diri historis dan aktual Persyarikatan yang dipegang dari setiap pergantian abad. Karena ini adalah inti dari perjuangan risalah Islam bagi Muhammadiyah. Dakwah adalah alasan utama di balik berbagai inovasi kiprah Muhammadiyah, sedangkan tajdid merupakan landasan, wawasan, dan sistem yang memastikan Persyarikatan senantiasa terhubung dengan misinya sebagai gerakan Islam pencerahan.

      Tags: dakwahmuhammadiyahpurifikasitajdid
      Share1427Tweet892Send
      Previous Post

      Paham Keagamaan Muhammadiyah

      Next Post

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Kemal Hidayatullah

      Kemal Hidayatullah

      Next Post
      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Facebook

      Infobungo.id

      Recommended

      Direspons Positif Abdul Mu’ti, PDM Bungo Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah

      Direspons Positif Abdul Mu’ti, PDM Bungo Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah

      Kamis 24 Juli, 2025
      210.1k
      Mengenal Bid’ah dalam Pandangan Muhammadiyah

      Mengenal Bid’ah dalam Pandangan Muhammadiyah

      Sabtu 5 Juli, 2025
      11.5k

      Trending

      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Selasa 17 Februari, 2026
      11.6k
      Apakah Salat Batal Jika Pakaian Terkena Najis? Simak Penjelasan Ulama Muhammadiyah

      Apakah Salat Batal Jika Pakaian Terkena Najis? Simak Penjelasan Ulama Muhammadiyah

      Jumat 1 Agustus, 2025
      389
      Menjaga Roh Gerakan Persyarikatan dengan Gemar Mengaji

      Menjaga Roh Gerakan Persyarikatan dengan Gemar Mengaji

      Selasa 8 Juli, 2025
      11.5k
      Bersatu untuk Iklim: Walk for Peace Libatkan Kaum Muda Lintas Iman dan Difabel

      Bersatu untuk Iklim: Walk for Peace Libatkan Kaum Muda Lintas Iman dan Difabel

      Rabu 9 Juli, 2025
      11.5k
      Muhammadiyah Kembangkan Ilmu Hukum Berbasis Nilai-Nilai Profetik

      Muhammadiyah Kembangkan Ilmu Hukum Berbasis Nilai-Nilai Profetik

      Rabu 9 Juli, 2025
      11.5k
      pdmbungo.or.id

      Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Bergerak di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sosial, Muhammadiyah berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan semangat pembaruan Islam .

      Follow Us

      • About
      • Advertise
      • Privacy & Policy
      • Contact

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo

      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo