Rabu, April 15, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
PDMBUNGO
  • Home
  • Opini
  • Khutbah
  • Hukum Islam
  • Amal Usaha
  • Video
  • Arsip
  • PCM
    • All
    • Bungo Dani
    • Pasar Muara Bungo
    • Pelepat
    • Rimbo Tengah
    PDM Bungo Gelar Sholat Gerhana, Pererat Ukhuwah Melalui Ibadah dan Kebersamaan

    PDM Bungo Gelar Sholat Gerhana, Pererat Ukhuwah Melalui Ibadah dan Kebersamaan

    Wakil Bupati Bungo Hadiri Iftar Jama’i Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Bungo

    Wakil Bupati Bungo Hadiri Iftar Jama’i Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Bungo

    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Trending Tags

    No Result
    View All Result
    pdmbungo.or.id
    • Home
    • Opini
    • Khutbah
    • Hukum Islam
    • Amal Usaha
    • Video
    • Arsip
    • PCM
      • All
      • Bungo Dani
      • Pasar Muara Bungo
      • Pelepat
      • Rimbo Tengah
      PDM Bungo Gelar Sholat Gerhana, Pererat Ukhuwah Melalui Ibadah dan Kebersamaan

      PDM Bungo Gelar Sholat Gerhana, Pererat Ukhuwah Melalui Ibadah dan Kebersamaan

      Wakil Bupati Bungo Hadiri Iftar Jama’i Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Bungo

      Wakil Bupati Bungo Hadiri Iftar Jama’i Angkatan Muda Muhammadiyah Kabupaten Bungo

      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Trending Tags

      No Result
      View All Result
      pdmbungo.or.id
      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM
      Home Opini

      Kader, Perkaderan, Kaderisasi, dan Sumber Daya Insani di Muhammadiyah #2

      Kemal Hidayatullah by Kemal Hidayatullah
      Sabtu 5 Juli, 2025
      in Opini
      Reading Time: 3 mins read
      Kader, Perkaderan, Kaderisasi, dan Sumber Daya Insani di Muhammadiyah #2
      3.6k
      SHARES
      11.5k
      VIEWS
      Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

      Kaderisasi sebagai proses pembinaan kader sudah berlangsung lama di Muhammadiyah. Kaderisasi sebagai “pembinaan kader” adalah satu paket dalam program pembinaan organisasi yang juga mencakup “pembinaan pimpinan”, “pembinaan anggota”, “pembinaan kerangka organisasi”, “pembinaan program/ rencana kerja”, dan “pembinaan dana perjuangan” sebagaimana tertera dalam Keputusan Muktamar ke-36 tahun 1965.

      Istilah “kaderisasi” sendiri mulai digunakan secara resmi dan khusus dalam Keputusan Muktamar ke-37 tahun 1968. Dalam Lampiran 4 bertajuk Kaderisasi disebutkan bahwa “pembinaan kader” merupakan salah satu “amal persyarikatan” yang dilaksanakan dalam pendidikan formal, upgrading, training, dan pendidikan formal.

      Suara Muhammadiyah (Tahun ke-III/1970) menurunkan editorial berjudul Pentingja Kaderisasi yang mengurai secara lengkap dan reflektif tentang apa itu kaderisasi:

      “Adalah amat tragis bagi sesuatu Gerakan bahwa ia terpaksa harus lenjap dari “panggung” sedjarah sebelum ia sempat mewujudkan apa jang mendjadi tudjuannya. Banjaklah faktor jang menjebabkannja, tetapi jang lebih penting untuk disebutkan adalah semakin berkurang atau sinarnja para pendukung jang benar2 mewarisi aspirasi perdjuangan jang sesuai dengan idea jang menyertai kelahirannja Gerakan itu. Oleh karenanja, untuk mempertahankan eksistensi suatu Gerakan pada hakekatnja tidaklah tjukup hanja sekedar dengan djalan memelihara udjud lahirnja sadja. Tetapi jang terutama sekali adalah tetap menghidup suburkan idea Gerakan itu didalam hati sanubari setiap pendukungnja. Lebih dari itu adalah mendjaga agar idea itu tidak paham, meskipun terdjadi pergantian pendukung dari generasi ke generasi jang berikutnya. Hal ini hanja mungkin, selama para pimpinan dan aktivist Gerakan itu senantiasa menjadari akan pentingja kaderisasi jaitu pembinaan tulang-punggung2 Gerakan jang benar2 memahami idea Gerakan dan mengetrapkannja dalam kehidupannja se-hari2 serta pembibitan tunas2 baru jang disiapkan untuk menerima dan mewarisi perdjuangan pada masa2 mendatang. Muhammadijah sebagai Gerakan Islam, tidak kita relakan ia lenjap dari “panggung” sedjarah perdjuangan ini sebelum idea dan tjita2nja benar2 dapat diudjudkan. Untuk itu tidak ada alternatif lain selain kita harus melaksanakan dengan sungguh2 program kaderisasi hasil keputusan Muktamar ke 37.”

      Melalui uraian di atas “kaderisasi” dimaknai sebagai “pembinaan tulang-punggung-tulang punggung gerakan” yang ditujukan untuk “mewariskan aspirasi perjuangan”. Poin menarik dari uraian di atas terkait dengan cara pandang dalam melihat kesinambungan dan keberlanjutan organisasi, bahwa tidak cukup hanya sekadar memelihara pencapaian-pencapaian fisik, melainkan juga “menghidup-suburkan ide”.

      Dalam Program Pembinaan Kader ke-1 tahun 1968-1971, kaderisasi dimaknai sebagai proses untuk menempa seorang anggota atau calon anggota untuk setidaknya tiga hal; (1) pembinaan ideologi; (2) “diarahkan pada usaha untuk pola berpikir yang sama mengenai Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam, Gerakan Da’wah, dan Gerakan Tajdid”; serta (3) “pemantaban di mana aspek pembinaan ideologi yang menjadi landasannya merupakan salah satu faktor yang akan menentukan berhasilnya program tersebut.”

      Berikutnya dalam Keputusan Muktamar ke-38 tahun 1971, kaderisasi menjadi program yang dimaksudkan untuk “menggarap aspek personil” dan “mendukung program umum yang mempunyai motif pemantapan Muhammadiyah sebagai gerakan da’wah amar ma’ruf nahi mungkar.” Dalam putusan ini pula, kaderisasi menjadi program dan kegiatan tetap.

      Kader dan Sumber Daya Insani

      Kaderisasi dan perkaderan tidak hanya untuk “membina kader” tapi juga mencakup urusan “pembinaan personalia” atau sumber daya insani secara luas. Dalam Program Muhammadiyah periode 1971-1974 dinyatakan bahwa pembinaan personalia merupakan bagian dari kaderisasi. Hal ini berlandas dari keputusan Muktamar ke-37 terkait dengan program pembinaan kader.

      Tujuan pembinaan personalia adalah untuk “pemantapan Muhammadiyah sebagai Gerakan Da’wah Islam amar ma’ruf nahi mungkar” dan “langkah untuk meningkatkan mutu anggota dan pimpinan, baik di bidang ideologi maupun di bidang amal dan organisasi.” Terlihat jelas bahwa tujuan-tujuan umum dalam “pembinaan personalia” sama dengan tujuan pembinaan kader yang telah diuraikan sebelumnya.

      Dalam Keputusan Muktamar tahun ke-42 tahun 1990, idiom “sumber daya insani” tampaknya mulai digunakan untuk menyebut subjek yang terlibat dalam program-program pendidikan, pengembangan dan pembinaan, baik untuk tujuan menempa kader atau meningkatkan mutu personalia. Misalnya, muncul agenda untuk mendirikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Muhammadiyah sebagai pusat pengembangan sumber daya insani.

      Idiom “sumber daya insani” dalam Keputusan Muktamar ke-43 tahun 1995 juga digunakan untuk menyebut subjek dakwah pengembangan masyarakat dan pembinaan kesejahteraan sosial ekonomi. Di sini, “sumber daya insani” dimaknai sebagai “sosok abdi dan khalifah yang menguasai iptek dan imtaq sebagai suatu kesatuan”.

      Penggunaan idiom “sumber daya insani” sebagaimana Muktamar ke-43 akan dipertahankan secara konsisten di masa-masa berikutnya, dana akan terkait dengan “kaderisasi”. Misalnya dalam Muktamar ke-45:

      “Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang besar perlu melakukan intensifikasi proses kaderisasi secara terencana, terarah dan berkesinambungan baik secara internal maupun eksternal untuk menjamin kelangsungan organisasi di masa yang akan datang, serta menjamin tersedianya sumber daya insani yang profesional untuk mengisi berbagai lini kehidupan modern. Kelalaian Muhammadiyah dalam melakukan proses kaderisasi akan berakibat fatal pada proses keberlangsungan organisasi di masa depan, serta mengurangi kontribusi Muhammadiyah bagi kemajuan bangsa dan negara.”

      Pada Muktamar ke-38 tahun 1971, program pembinaan kader kian mengalami pematangan. Kaderisasi berjalan seiring kebutuhan untuk melakukan pembinaan anggota dan meningkatkan mutu sumber daya insani di Muhammadiyah.

      Tags: kaderisasimuhammadiyahperkaderan
      Share1426Tweet892Send
      Previous Post

      Kader, Perkaderan, Kaderisasi, dan Sumber Daya Insani di Muhammadiyah #1

      Next Post

      Paham Keagamaan Muhammadiyah

      Kemal Hidayatullah

      Kemal Hidayatullah

      Next Post
      Paham Keagamaan Muhammadiyah

      Paham Keagamaan Muhammadiyah

      Dakwah dan Tajdid Menurut Muhammadiyah

      Dakwah dan Tajdid Menurut Muhammadiyah

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Facebook

      Infobungo.id

      Recommended

      Perkuat Kaderisasi, MPK PP ‘Aisyiyah Gelar ‘Aisyiyah Cadre Camp 2025

      Perkuat Kaderisasi, MPK PP ‘Aisyiyah Gelar ‘Aisyiyah Cadre Camp 2025

      Minggu 6 Juli, 2025
      11.5k
      UMS dan PCIM Turki Kolaborasi Angkat Isu Digitalisasi Ekonomi Syariah di Forum Internasional

      UMS dan PCIM Turki Kolaborasi Angkat Isu Digitalisasi Ekonomi Syariah di Forum Internasional

      Rabu 9 Juli, 2025
      11.5k

      Trending

      Kolaborasi FTEKS UMMUBA dan LAZISMU Bungo Perkuat Manajemen Logistik Kebencanaan melalui Program Hibah 2026

      Kolaborasi FTEKS UMMUBA dan LAZISMU Bungo Perkuat Manajemen Logistik Kebencanaan melalui Program Hibah 2026

      Sabtu 11 April, 2026
      11.5k
      FOKAL IMM Bungo Terbentuk, Perkuat Peran Alumni

      FOKAL IMM Bungo Terbentuk, Perkuat Peran Alumni

      Jumat 3 April, 2026
      11.5k
      Fatwa Muhammadiyah tentang Syiah

      Fatwa Muhammadiyah tentang Syiah

      Rabu 1 April, 2026
      11.5k
      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Selasa 17 Februari, 2026
      11.6k
      Jika Palestina Merdeka, Benarkah Kiamat Semakin Dekat?

      Jika Palestina Merdeka, Benarkah Kiamat Semakin Dekat?

      Sabtu 11 Oktober, 2025
      11.5k
      pdmbungo.or.id

      Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Bergerak di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sosial, Muhammadiyah berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan semangat pembaruan Islam .

      Follow Us

      • About
      • Advertise
      • Privacy & Policy
      • Contact

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo

      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo