PDMBUNGO.OR.ID, JAMBI — Jum’at, 5 September 2025, selepas gema Sholat Jum’at usai menenangkan hati para jamaah, Kantor Layanan Lazismu Jelutung kembali menorehkan jejak kebaikan. Seperti aliran sungai yang tak pernah berhenti memberi kehidupan, Lazismu bergerak dengan konsistensi: membagikan 100 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam keterbatasan, mereka tetap hadir memberikan manfaat. Sebab, kebaikan sejati tidak selalu bergantung pada kelimpahan, melainkan pada keikhlasan yang murni.
Suasana pentasyarufan sore itu penuh dengan semangat kebersamaan. Para penerima manfaat berdatangan dengan wajah penuh harap, namun tetap menjaga ketertiban dalam barisan antrian. Dengan sigap, koordinasi lapangan dipandu oleh Sdr. Adytiawarman yang juga menjabat sebagai Sekretaris Lazismu Jelutung, untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan penuh rasa hormat.

Dalam sambutannya, Ketua Masjid Taqwa 3 Jelutung, Sdr. Mariyadi, M.Pd., menegaskan bahwa Lazismu bukan sekadar lembaga penyalur zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga wujud nyata dari ukhuwah dan kepedulian. “Kita ingin memastikan bahwa setiap titipan dari para muhsinin benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya, dan semoga menjadi berkah bagi semua,” ungkapnya.
Hadir pula Sekretaris PWM Jambi, Agus Setiyono, S.E., yang menyampaikan apresiasi atas konsistensi Lazismu Jelutung. Dalam pandangannya, kegiatan ini adalah bukti bahwa amal jama’i (kerja kolektif) mampu menjawab tantangan zaman. “Kebersamaan dan solidaritas adalah kunci. Semoga kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi gerakan berkelanjutan untuk memuliakan kehidupan umat,” ujarnya.
Lazismu Jelutung, dengan pengurus yang solid dan penuh dedikasi, terus menyalakan pelita di tengah masyarakat. Bagi mereka, berbagi adalah bagian dari ibadah, sedekah adalah jembatan menuju ridha Allah, dan kepedulian adalah napas dari persyarikatan.

Di balik paket-paket sembako itu, tersimpan pesan sederhana namun dalam: bahwa kebahagiaan sejati lahir ketika kita mampu membuat orang lain tersenyum. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Dengan langkah kecil namun penuh makna, Lazismu Jelutung terus menorehkan sejarah sunyi dari sebuah gerakan kebaikan — gerakan yang tak hanya menolong perut yang lapar, tetapi juga menumbuhkan harapan dalam jiwa-jiwa yang nyaris putus asa.
















