Rabu, Februari 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
PDMBUNGO
  • Home
  • Opini
  • Khutbah
  • Hukum Islam
  • Amal Usaha
  • Video
  • Arsip
  • PCM
    • All
    • Bungo Dani
    • Pasar Muara Bungo
    • Pelepat
    • Rimbo Tengah
    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Trending Tags

    No Result
    View All Result
    pdmbungo.or.id
    • Home
    • Opini
    • Khutbah
    • Hukum Islam
    • Amal Usaha
    • Video
    • Arsip
    • PCM
      • All
      • Bungo Dani
      • Pasar Muara Bungo
      • Pelepat
      • Rimbo Tengah
      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Trending Tags

      No Result
      View All Result
      pdmbungo.or.id
      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM
      Home Opini

      Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, Apa Maksudnya? #2

      Kemal Hidayatullah by Kemal Hidayatullah
      Sabtu 5 Juli, 2025
      in Opini
      Reading Time: 4 mins read
      Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, Apa Maksudnya? #2
      3.6k
      SHARES
      11.5k
      VIEWS
      Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

      Makna dan Interpretasi

      Ulama, cendekia, dan pemikir di Muhammadiyah dari waktu ke waktu telah berkontribusi dalam menjelaskan makna frasa “masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Pada tahun 1945 Ki Bagoes Hadikoesoemo membentuk tim untuk membahas frasa “masyarakat Islam yang sebenar-benarnya” yang terdiri atas Fakih Usman, Hamka, Farid Ma’ruf, dan Ahmad Shalahaby. Belum ada keterangan detil yang diperoleh terkait hasil pembahasan tim ini. Akan tetapi, sebagaimana dikutip dari Nashir (2009), menurut Farid Ma’ruf perpaduan antara konsep “masyarakat Islam” dan “yang sebenar-benarnya” merupakan cita-cita ideal tentang suatu wujud masyarakat.

      Pada tahun 1965, berkenaan dengan Muktamar ke-36 Muhammadiyah, diadakan Simposium Tardjih pada tanggal 24 Juli mengenai definisi konsep “masyarakat Islam”. Dalam simposium ini dirumuskan 16 ciri masyarakat Islam, yakni: (1) keimanan; (2) ‘ubudiah; (3) akhlak karimah; (4) pertalian batin; (5) keadilan; (6) kejujuran; (7) keamanan; (8) kemakmuran; (9) pertolongan; (10) penyiaran/dakwah, pengajaran dan pendidikan; (11) perdamaian; (12) pimpinan; (13) kepatuhan; (14) pertahanan; (15) musyawarah; (16) kebebasan.

      Dalam simposium juga dirumuskan delapan usaha-usaha mewujudkan masyarakat Islam, yakni sebagai berikut:

      • Kesadaran beriman, kesadaran beribadah dan kesadaran untuk memiliki akhlak karimah dipupuk, dibimbing dan digembirakan sehingga orang merasa segan dan malu meninggalkan syariat Islam dan segan melakukan perbuatan yang asusila. Dalam hal ini untuk bisa dijadikan pedoman dan tuntunan, perlu diadakan perumusan-perumusan tuntunan tentang keimanan, peribadatan dan akhlak karimah menurut tuntunan Islam.
      • Ukhuwah Islamiyah, adab kesopanan dalam pergaulan dan hidup tolong-menolong dipraktikkan baik di dalam rumah tangga di dalam bertetangga ataupun di dalam pergaulan pada umumnya, dalam hal ini perlu diadakan perumusan-perumusan tuntunan tentang: ukhuwah Islamiyah, adab kesopanan di dalam pergaulan secara Islam, hidup berumah tangga dan bertetangga yang bahagia menurut tuntunan Islam.
      • Pendidikan lebih ditekankan dari pada pengajaran terutama ke arah nomor 1 dan 2 tersebut. Dalam hal ini perlu diadakan perumusan-perumusan tuntunan tentang sistem pendidikan dan pengajaran menurut Islam.
      • Keamanan dan keadilan ditegakkan di dalam segala lapangan, sehingga orang benar-benar merasa bebas dari ketakutan dan ancaman dan tidak perlu khawatir akan kehilangan hak-hak asasinya.
      • Usaha-usaha ke arah dakwah, pengajaran dan pendidian diperluas sehingga orang tidak usah khawatir anak-anak dan pemuda-pemuda akan tidak mendapat tempat dalam menurut pelajaran sesuai dengan bakatnya. Demikian pula usaha-usaha ke arah kesejahteraan hidup/kemakmuran dan pertolongan sehingga orang tidak perlu khawatir akan menderita karena kelaparan, menderita karena tidak berpakaian, menderita karena tidak berperumahan, dan menderita karena tidak mendapat perawatan yang layak. Orang yang perlu mendapat perawatan yang layak ialah anak yatim, penderita sakit, berusia lanjut (jompo).
      • Tiap kesulitan baik yang berupa persengketaan ataupun lainnya, baik persengketaan itu antara orang dengan orang, antara golongan dengan golongan ataupun antara negara dengan negara dapat diatasi dengan dasar musyawarah yang dijiwai dengan hikmat kebijaksanaan dan pertanggungjawab.
      • Pimpinan yang cakap, kuat, jujur, adil, dan bertanggungjawab serta kepatuhan terhadap pimpinan tersebut, sehingga dalam masyarakat itu terbentuk kesatuan yang bulat.
      • Pertahanan yang kuat dengan alat perlengkapannya yang serba lengkap dan selalu siap dalam menghadapi segala kemungkinan.

      Delapan usaha mewujudkan masyarakat Islam sebagaimana hasil simposium di atas sangat terkait dengan perlunya pembinaan, pembimbingan, dan penuntunan masyarakat dalam hal keagamaan dan keislaman; penegakan hak asasi manusia; pemerataan pendidikan dan akses peningkatan ilmu pengetahuan; resolusi konflik yang mengedepankan dan diselenggarakan secara demokratis; kepemimpinan yang adil dan bertanggungjawab.

      Sebagaimana nanti akan dilihat bahwa rumusan-rumusan berkenaan dengan konsep “masyarakat Islam” akan terus menerus mewarnai diskursus tujuan Muhammadiyah dalam setiap zaman. Sebagai contoh Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) merupakan langkah konkret dalam menjawab harapan-harapan yang tercantum dalam rumusan depalan usaha mewujudkan “masyarakat Islam” yang telah disebut di atas. Jelang satu abad Muhammadiyah, buku-buku tuntunan keberagamaan, keagamaan, dan keislaman turut serta menjadi bagian penting dari tantangan ini.

      Perkembangan dan Implikasi

      Frasa “masyarakat Islam yang sebenar-benarnya” telah mewarnai imajinasi aktivis, kader, warga, dan jamaah Muhammadiyah dari masa ke masa. Berbekal konsep “masyarakat Islam”, mereka telah mendinamisasi kiprah Muhammadiyah hingga berusia satu abad lebih. Konsep “masyarakat Islam” sendiri pun bersanding dengan konsep-konsep lain seperti “masyarakat utama”, “Islam berkemajuan”, hingga “kemanusiaan universal”.

      Dalam dokumen Isu-Isu Strategis Keumatan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan Universal, konsep “masyarakat Islam” diderivasi ke dalam spektrum konsep yang lebih meluas. Misalnya ada konsep “keadaban Islami”, dan “Islam Wasathiyah”. Meski tidak lagi secara eksplisit menggunakan konsep “masyarakat Islam”, Muhammadiyah tetap berpegang pada rumusan-rumusan susbtantif tentang apa itu “Islam” yang diperjuangkan dan dipromosikan untuk masyarakat di nusantara dan dunia.

      Implikasi dari perkembangan apropriasi, derivasi, dan adaptasi konsep “masyarakat Islam” atau “masyarakat utama” mendorong Muhammadiyah untuk meningkatkan kiprah konkret secara global sebagaimana yang sudah dirintis Persyarikatan sejak dahulu. Sebagai contoh terbaru, Muhammadiyah kini tidak saja mampu dan berkemampuan mendirikan sekolah dan rumah sakit hingga ke pelosok negeri paling terisolir, tapi juga bisa merambah ke luar negeri. Bahkan gerakan kemanusiaan yang dilakukan Muhammadiyah sudah ada di level global.

      Langkah-langkah inovatif dan berkemajuan seperti ini adalah konkretisasi spirit dari misi mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yakni masyarakat Islam yang dapat berbuat banyak dan menebar kebaikan. Itulah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Jika dahulu, para pendiri baru membayangkan seperti apa wujud kerahmatan yang dapat ditebarkan oleh “masyarakat Islam”, kini di generasi ini, mulai terlihat sebuah komunitas yang menebar misi pencerahan universal.

      Tags: ideologi muhammadiyahmasyarakat islam yang sebenarnyamuhammadiyahtujuan Muhammadiyah
      Share1427Tweet892Send
      Previous Post

      Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Next Post

      Bercita-cita Meninggal di Tanah Suci, Bolehkah?

      Kemal Hidayatullah

      Kemal Hidayatullah

      Next Post
      Bercita-cita Meninggal di Tanah Suci, Bolehkah?

      Bercita-cita Meninggal di Tanah Suci, Bolehkah?

      Mengenal Bid’ah dalam Pandangan Muhammadiyah

      Mengenal Bid’ah dalam Pandangan Muhammadiyah

      Milad Lazismu ke-23: Komitmen Menebar Manfaat untuk Kesejahteraan Umat dan Semesta

      Milad Lazismu ke-23: Komitmen Menebar Manfaat untuk Kesejahteraan Umat dan Semesta

      Bergabunglah dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah III

      Bergabunglah dalam Konferensi Mufasir Muhammadiyah III

      Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Facebook

      Infobungo.id

      Recommended

      Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (UMMUBA), Menjadi pilihan Gen Z dengan Menawarkan Semangat Jiwa Muda dan Semangat Berkemajuan

      Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (UMMUBA), Menjadi pilihan Gen Z dengan Menawarkan Semangat Jiwa Muda dan Semangat Berkemajuan

      Rabu 8 Oktober, 2025
      11.5k
      Baitul Arqam Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sungai Penuh, Bergembira dan Menggembirakan

      Baitul Arqam Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sungai Penuh, Bergembira dan Menggembirakan

      Senin 15 September, 2025
      11.5k

      Trending

      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Selasa 17 Februari, 2026
      11.6k
      Apakah Salat Batal Jika Pakaian Terkena Najis? Simak Penjelasan Ulama Muhammadiyah

      Apakah Salat Batal Jika Pakaian Terkena Najis? Simak Penjelasan Ulama Muhammadiyah

      Jumat 1 Agustus, 2025
      387
      Menjaga Roh Gerakan Persyarikatan dengan Gemar Mengaji

      Menjaga Roh Gerakan Persyarikatan dengan Gemar Mengaji

      Selasa 8 Juli, 2025
      11.5k
      Perkembangan Pemikiran Hukum di Muhammadiyah

      Perkembangan Pemikiran Hukum di Muhammadiyah

      Sabtu 5 Juli, 2025
      11.5k
      Salat Tetap Sah Meski Pakaian Terkena Najis dan Kotor dalam Situasi Darurat Bencana

      Salat Tetap Sah Meski Pakaian Terkena Najis dan Kotor dalam Situasi Darurat Bencana

      Selasa 2 Desember, 2025
      11.5k
      pdmbungo.or.id

      Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Bergerak di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sosial, Muhammadiyah berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan semangat pembaruan Islam .

      Follow Us

      • About
      • Advertise
      • Privacy & Policy
      • Contact

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo

      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo