Senin, Februari 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
PDMBUNGO
  • Home
  • Opini
  • Khutbah
  • Hukum Islam
  • Amal Usaha
  • Video
  • Arsip
  • PCM
    • All
    • Bungo Dani
    • Pasar Muara Bungo
    • Pelepat
    • Rimbo Tengah
    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

    Trending Tags

    No Result
    View All Result
    pdmbungo.or.id
    • Home
    • Opini
    • Khutbah
    • Hukum Islam
    • Amal Usaha
    • Video
    • Arsip
    • PCM
      • All
      • Bungo Dani
      • Pasar Muara Bungo
      • Pelepat
      • Rimbo Tengah
      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      PDM Bungo Gelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk PCM, ORTOM dan AUM se-Kabupaten Bungo

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Musyawarah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pelepat Hasilkan Kepengurusan Baru Periode 2025–2027

      Trending Tags

      No Result
      View All Result
      pdmbungo.or.id
      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM
      Home Opini

      Kader, Perkaderan, Kaderisasi, dan Sumber Daya Insani di Muhammadiyah #1

      Kemal Hidayatullah by Kemal Hidayatullah
      Sabtu 5 Juli, 2025
      in Opini
      Reading Time: 3 mins read
      Kader, Perkaderan, Kaderisasi, dan Sumber Daya Insani di Muhammadiyah #1
      3.6k
      SHARES
      11.5k
      VIEWS
      Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

      Fauzan Anwar Sandiah

      Kader, perkaderan, dan kaderisasi adalah istilah-istilah yang sangat akrab di Muhammadiyah. Ketiga istilah ini menjadi bagian penting di Muhammadiyah ketika membicarakan tentang keberlanjutan, penyelarasan, pemantaban, dan peneguhan misi ideologis Persyarikatan sebagai gerakan dakwah.

      Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan “kader”, “perkaderan”, dan “kaderisasi” di Muhammadiyah? Sejak lama istilah-istilah ini sudah digunakan di Persyarikatan.

      Namun ternyata, seluk beluk penggunaan tiga istilah ini sendiri belum banyak dicermati secara khusus. Padahal, dari waktu ke waktu, ketiga istilah ini mencerminkan konteks-konteks tantangan yang dihadapi Muhammadiyah, dan menjadi jawaban mengapa Persyarikatan ini bisa bertahan melalui usia satu abadnya.

      Istilah Kader dari Masa ke Masa

      Istilah, idiom, dan konsep tentang kader sudah merupakan bagian dari perjalanan perkembangan Muhammadiyah. Pada masa-masa awal, istilah kader menjadi kosakata umum yang digunakan, dan biasanya untuk menyebut “anggota muda”. Mereka biasanya merupakan orang-orang yang dengan sengaja dididik di Muhammadiyah dengan harapan suatu saat akan melanjutkan keberlangsungan kiprah gerakan dakwah Persyarikatan.

      Orang-orang yang disebut “kader” ada yang merupakan murid yang berguru pada pimpinan Muhammadiyah secara langsung, misalnya mengikuti pengajian-pengajian dan kegiatan-kegiatan KH. Ahmad Dahlan. Ada pula yang merupakan lulusan sekolah Muhammadiyah yang kemudian dengan khusus menerima tugas mengembangkan AUM.

      Dalam waktu yang cukup panjang, kehadiran seorang “kader” dimungkinkan oleh proses yang berlangsung alamiah di Persyarikatan. Maka, para kader ini mendapatkan bekal pengetahuan ideologi Muhammadiyah melalui keterlibatan aktifnya dalam berbagai kegiatan Persyarikatan. Karena pada waktu itu jumlah anggota Muhammadiyah dalam tahap berkembang, sebagian besar pimpinan di Persyarikatan mencurahkan waktu untuk memastikan dirinya telah mempersiapkan calon penerus dan pelaksana kiprah dakwah. Inilah kemudian muncul frasa kader Muhammadiyah sebagai “anak panah” yang diharapkan melesat dan cepat untuk menjawab tantangan zaman yang terbentang.

      Istilah kader kemudian menjadi semakin kompleks dan terkategorisasi. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pada awalnya istilah kader digunakan secara longgar untuk merujuk pada “anggota muda” atau para murid/santri pimpinan atau Kyai di Muhammadiyah. Maka dengan semakin meluasnya strategi dan gerakan dakwah di Persyarikatan, istilah kader pun ikut mengalami dinamika.

      Misalnya dalam keputusan Muktamar ke-32 tahun 1953, muncul istilah “kader tingkat atas” dan “kader tingkat menengah”. Kemudian, dalam Keputusan Muktamar ke-35 tahun 1962, istilah kader dibagi menjadi dua, yakni “kader yang bergerak di segala lapangan terkait dengan keagamaan dan umum” dan “kader khusus” yang merujuk pada kader yang tergabung dalam Hizbul Wathan, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul; ‘Aisyiyah, “lapangan da’wah”, “lapangan ekonomi”, “lapangan sosial”.

      Muktamar ke-45 tahun 2005 menghasilkan rumusan Kompetensi Kader meliputi: (1) kompetensi akademis dan intelektual; (2) kompetensi keberagaman; (3) kompetensi keberagaman; dan (4) kompetensi sosial-kemanusiaan. Empat kompetensi ini diulas dalam bunga rampai materi kultum berjudul Siapakah Kader Muhammadiyah itu? (2017).

      Perkaderan

      Pembinaan kader sudah berlangsung sejak masa awal pendirian Muhammadiyah. Cara KH. Ahmad Dahlan mendidik dan memberi kesempatan kepada para santrinya untuk mengembangkan dan memimpin Muhammadiyah adalah wujud kaderisasi paling awal yang dikenal. Dalam proses berikutnya, kaderisasi juga berlangsung secara institusional, misalnya melalui apa yang disebut sebagai “sekolah kader”.

      Lembaga-lembaga pendidikan seperti Madrasah Muallimin dan Muallimat yang embrionya bernama Qismul Arqa didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1918 adalah contoh pertama “sekolah kader”. Dalam perkembangan lebih lanjut, selain Madrasah Muallimin dan Muallimat hadir pula Pondok Hj. Nuriyah Shobron, PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah), Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah dan beberapa sekolah-sekolah lain sebagai “sekolah kader”. Maka, kaderisasi sebetulnya sudah menjadi watak pembinaan di Muhammadiyah.

      Istilah perkaderan mengacu pada sistem, cara, atau wadah, atau tempat berlangsungnya pembinaan kader. Perkaderan dengan demikian merupakan upaya untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi, langkah, dan bentuk yang dimaksudkan untuk membina kader.

      Substansi perkaderan terlihat dengan jelas dalam Keputusan Muktamar ke-33 tahun 1956. Keputusan itu terkait dengan lima hal yang dapat ditempuh untuk meningkatkan mutu anggota dan kader Muhammadiyah:

      1. Menetapkan minimum pengertian dan amalan agama yang perlu dimiliki oleh tiap-tiap anggota Muhammadiyah.

      2. Memberi penghargaan kepada setiap keluarga Muhammadiyah dan anak Muhammadiyah pun ummat Islam pada umumnya yang berjasa; yang tua dihormati, yang muda disayangi.

      3. Menuntun anggota menurut bakat dan kecakapannya (tani, buruh, pedagang, pegawai, cerdik-pandai dan lain-lain) sesuai dengan ajaran Islam.

      4. Menempatkan pecinta dan pendukung Muhammadiyah berjenjang naik; simpatisan, calon anggota, anggota biasa, anggota teras.

      5. Menempatkan kursus kemasyarakatan di daerah.

      Misalnya, dalam Keputusan Muktamar ke-41 tahun 1985, disebutkan bahwa pondok pesantren merupakan “wadah perkaderan anak-anak Muhammadiyah.” Meski istilah perkaderan baru lazim muncul dalam dokumen resmi Persyarikatan pada tahun 1985.

      Tags: kaderisasimuhammadiyahperkaderan
      Share1427Tweet892Send
      Previous Post

      Mengapa Muhammadiyah Tidak Melaksanakan Kunut dalam Salat Subuh?

      Next Post

      Kader, Perkaderan, Kaderisasi, dan Sumber Daya Insani di Muhammadiyah #2

      Kemal Hidayatullah

      Kemal Hidayatullah

      Next Post
      Kader, Perkaderan, Kaderisasi, dan Sumber Daya Insani di Muhammadiyah #2

      Kader, Perkaderan, Kaderisasi, dan Sumber Daya Insani di Muhammadiyah #2

      Paham Keagamaan Muhammadiyah

      Paham Keagamaan Muhammadiyah

      Dakwah dan Tajdid Menurut Muhammadiyah

      Dakwah dan Tajdid Menurut Muhammadiyah

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Islam yang Murni dan Sebenar-Benarnya, Apa Maksudnya? #1

      Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Facebook

      Infobungo.id

      Recommended

      Haedar Nashir Resmikan RSU Assakinah Medika PCM Sepanjang

      Haedar Nashir Resmikan RSU Assakinah Medika PCM Sepanjang

      Rabu 9 Juli, 2025
      11.5k
      Menjaga Roh Gerakan Persyarikatan dengan Gemar Mengaji

      Menjaga Roh Gerakan Persyarikatan dengan Gemar Mengaji

      Selasa 8 Juli, 2025
      11.5k

      Trending

      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Ramadhan 1447 H di Masjid Al Furqon PDM Bungo Berlangsung Khidmat, Perbedaan Awal Puasa Jadi Rahmat

      Selasa 17 Februari, 2026
      11.6k
      Apakah Salat Batal Jika Pakaian Terkena Najis? Simak Penjelasan Ulama Muhammadiyah

      Apakah Salat Batal Jika Pakaian Terkena Najis? Simak Penjelasan Ulama Muhammadiyah

      Jumat 1 Agustus, 2025
      389
      Bersatu untuk Iklim: Walk for Peace Libatkan Kaum Muda Lintas Iman dan Difabel

      Bersatu untuk Iklim: Walk for Peace Libatkan Kaum Muda Lintas Iman dan Difabel

      Rabu 9 Juli, 2025
      11.5k
      Muhammadiyah Kembangkan Ilmu Hukum Berbasis Nilai-Nilai Profetik

      Muhammadiyah Kembangkan Ilmu Hukum Berbasis Nilai-Nilai Profetik

      Rabu 9 Juli, 2025
      11.5k
      Kegiatan KKN UMMUBA Berjalan Sukses, Digitalisasi Desa Jadi Program Unggulan

      Kegiatan KKN UMMUBA Berjalan Sukses, Digitalisasi Desa Jadi Program Unggulan

      Jumat 29 Agustus, 2025
      11.6k
      pdmbungo.or.id

      Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Bergerak di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan sosial, Muhammadiyah berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan semangat pembaruan Islam .

      Follow Us

      • About
      • Advertise
      • Privacy & Policy
      • Contact

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo

      No Result
      View All Result
      • Home
      • Opini
      • Khutbah
      • Hukum Islam
      • Amal Usaha
      • Video
      • Arsip
      • PCM

      © 2025 Infobungo.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bungo